Pages

Senin, 10 Oktober 2011

laporan klorofil



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Mahluk hidup membutuhkan makan untuk memperoleh energy. Pada tumbuhan, proses untuk menghasilkan energy ini di sebut dengan fotosintesis. Yang sangat berperan dalam proses fotosintesis adalah cahaya, semakin banyak cahaya semakin maksimal laju fotosintesis. Penyerapan cahaya pada tumbuhan dilakukan oleh klorofil. Klorofil adalah zat hijau yang terdapat pada kloroplas. Untuk itu perlu dipelajari mengenai klorofil.

1.2  Tujuan
1.    Untuk mengetahui pengertian klorofil
2.    Untuk mengetahui peran klorofil
3.    Untuk mengetahui macam pigmen pada daun
4.    Untuk mengetahui perbedaan klorofil-a dengan klorofil-b
5.    Untuk mengetahui mekanisme penyerapan cahaya oleh klorofil
6.    Untuk mengetahui metode penentuan kadar klorofil

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Definisi Klorofil
* Klorofil adalah zat hijau pada daun yang di gunakan untuk proses fotosintesis.
(ferdinand, 2007)
* Klorofil merupakan zat hijau daun yang terdapat pada kloroplas dan berperan dalam proses fotosintesis tumbuhan.
(suwarno, 2010)
* Chlorophyll is a green pigment found in almost all plants, algae & cyanobacteria. And an extremely important biomolecule, critical in photosynthesis.
(anonymous, a. 2011)
* Chlorophyll is a green compound found in leaves and green stems of plants.
(anonymous, b. 2011)
* Chlorophyll is the principal green pigment found in plants and acts as the light-absobsing molecule, responsible for photosynthesis.
(Myers, 2007)

2.2  Peran Klorofil
-     Memanfaatkan energy matahari
-     Memicu fiksasi CO2 menjadi Karbohidrat
-     Menyediakan Dasar Energetik bagi ekosistem secara keseluruhan
(Anonymous, c. 2011)

2.3  Macam Pigmen Daun Tanaman
-        xanthophylls (memberi pigmen warna kuning)
-        carotenes (penyusun pigmen warna kuning orange)
-        anthocyanins (penyusun warna merah dan violet)
-        tannins ( memberikan warna kuning keemasan)
(Anonymous, a. 2011)


2.4  Perbedaan Klorofil-a Dan Klorofil-b
no
Perbedaan
Klorofil-a
Klorofil-b
1
Rumus Kimia
C55H72O5N4Mg
C55H70O6N4Mg
2
Gugus Pengikat
CH3
CH
3
Cahaya yang diserap
Biru & Merah
Biru & Orange, memantulakan cahaya Kuning-Hijau
4
Absorpsi maksimal
Pada λ 673 nm
Pada λ 455-640 nm
5
Paling Banyak Tredapat pada
Fotosistem II
Fotosistem I

v  gambar gugus rangkaian
(anonymous, d. 2011)


2.5  Mekanismee Penyerapan Cahaya Oleh Klorofil
Unit yang mampu untuk menangkap energi cahaya matahari, yaitu klorofil yang melepaskan elektron dan menyerap foton (energi cahya dengan panjang gelombang yang sesuai), disebut dengan fotosistem. Elektron ini akan ditangkap oleh penerima elektron yaitu plastokuinon. Ketika elektron ditangkap oleh plastokuinon, akibatnya jumlah elektron di dalam klorofil menjadi tidak stabil. Untuk itu klorofil harus disuplai elektron dari molekul lain. Dalam waktu yang bersamaan H2O terpecah menjadi 2H+, OH- dan elektron (fotolisis). Elektron dari air inilah yang untuk menstabilkan klorofil. Fotosistem terjadi pada tilakoid.
1.      Fotosistem I : terdapat molekul klorofil yang berada pada pusat reaksi dari fotosistem I dinamakan P700.
2.      Fotosistem II : terdapat molekul klorofil yang berada pada pusat reaksi fotosistem II dan dinamakan P680.
Berdasarkan aliran elektron, fotosistem I bersifat siklis dan fotosistem II bersifat nonsiklis. Untuk jelasnya semua semua ini akan diuraikan pada tahap selanjutnya yaitu aliran atau siklus elektron.
(Anonymous, f. 2011)
2.6  Metode Penentuan Kadar Klorofil
Metode penentuan klorofil adalah dengan teknik Spektroskopi dengan spektrofotometer UV. Pengukuran kadar klorofil secara spektrofotometrik didasarkan pada hukum Lamber – Beer. Beberapa metode untuk menghitung kadar klorofil total, klorofil a dan kolrofil b telah dirumuskan. Di antaranya adalah :
1.      Metode Arnon, menggunakan palarut aceton 85 % dan mengukur nilai absorbansi larutan klorofil pada panjang gelombang (λ) = 663 dan 645 nm.
2.      Metode Wintermans and De Mots, menggunakan palarut ethanol (ethyl alchohol) 96 % dan mengukur absorbansi (A) larutan klorofil pada panjang gelombang (λ) = 649 dan 665 nm.
(Anonymous, e. 2011)

DAFTAR PUSTAKA
-       Anonymous, a. 2011. http://en.wikipwedia.org/wiki/chlorophyll . Di akses tanggal 30 September 2011.
-       Anonymous, b. 2011. http://www.ch.ic.ac.uk/local/project/steer/chloro.htm . Di akses tanggal 30 September 2011.
-       Anonymous, c. 2011. http://fandicka.wordpress.com/2011/04/07/klorofil-dan-proses-fotosintesis . Diakses tanggal 01 Oktober 2011.
-       Anonymous, d. 2011. http://cindyharyono.wordpress.com/perbedaan-pigmen-klorofil-a-dan-klorofil-b/ . Di akses tanggal 01 Oktober 2011.
-       Anonymous, f. 2011. http://asamcoklat.wordpress.com/ipa-2/fotosistem/ . Diakses tanggal 02 Oktober 2011.
-       Ferdinand, Fiktor & Moekti Ariwibowo. 2007. Praktis Belajar Biologi. Jakarta : Visindo Media Persada
-       Myers, Richard.L. 2007. The 100 Most Important Chemical Compound : a reference guide. ABC-CL10.
-       Suwarno, Agus. 2010. 9 Buah & Sayur Sakti Tangkal Penyakit. Yogyakarta : Kanisius.

tugas tentang pupuk


PUPUK
Semua mahluk hidup membutuhkan makan untuk bertahan hidup, begitupula dengan tanaman. Bahan makanan yang diberikan pada tanaman biasanya di sebut dengan pupuk. Untuk menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan tanaman, media tanam yang telah kehabisan unsure hara harus diisi kembali dengan dilakukannya pemupukan.
Macam-macam pupuk :
a.       Pupuk Organik
Pupuk yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Pupuk organik menambah humus pada media tanam dan memperbaiki sifat tanah serta struktur tanah. Pupuk organic sebagai sumber energi bagi jasad micro. Tetapi hasil pemupukan tidak cepat tampak dan sulit dalam distribusi. Contoh pupuk organic diantaranya adalah pupuk kandang, pupuk kompos.
b.      Pupuk An-organik
Pupuk yang dibuat dari bahan-bahan kimia yang dibuat oleh pabrik. Keuntungan dari pupuk an-organik yaitu kandungan unsurhara nya jelas, hasilnya cepat nampak, dan mudah dalam distribusi. Tapi pupuk an-organic selain harganya mahal dan dapat menyebabkan ketergantungan juga dapat mempengaruhi pH tanah. Contoh pupuk an-organik diantaranya urea, ZA, KCl.